Kamis, 26 Juni 2014

[SERIES] Love is Feeling (Myung Soo’s Diary) Part 24

[SERIES] Love is Feeling (Myung Soo’s Diary) Part 24
Title                 : [SERIES] Love is Feeling (Myung Soo’s Diary) Part 24
Author             : Cavela
Length             : Series
Genre              : Romance, Comedy, Sad, and Tragedy
Main Cast        : Kim Myung Soo aka L Infinite and Kim Ji Won
Other Cast       : Cho Kyuhyun, Kim Yerim, Kim Ryeowook, Beige, Kim Heechul,  Im Yoona,  Leeteuk aka Seongseonim Park, Hyuna, Gayoon, Yoo Seung Ho, Jung Yong Hwa, Lee Hyukjae aka Eunhyuk, Song Eunji, Han Ji Min, Kang In aka Seongseonim, Park Shi Ho, Hwang Jung Eum, Lee Da Hee, Lee Jun Ki, Song Hye Kyo, Han Ga In, Park Shin Hye, Yoon Eun Hye, Jessica Jung, Moon Chae Won, Kang So Ra, Goo Hye Sun, Lee Sunkyu aka Sunny, Lee Hong Ki, Shindong, Kim Bum, Kim Gyeong, Song Ye Jin, Park Si Yeon, Jung So Min, Kim Jae Joong, Seo In Guk, Kwon Yuri, Tuan Kim, Nyonya Kim, Micky Yoochun, member Infinite, member Super Junior, member Girls Generation


Note: Sebelum Reader membaca “[SERIES] Love is Feeling (Myung Soo’s Diary)” ini. Alangkah lebih baik jika Reader membaca terlebih dahulu “[SERIES] Love is Feeling”. Karena “[SERIES] Love is Feeling (Myung Soo’s Diary)” merupakan kisah lanjutan dari “[SERIES] Love is Feeling”. Tetaplah berkunjung di blog ini dan nikmatilah beragam kisah cinta yang menarik dan pastinya membuat Reader sangat penasaran.


Preview

Kami masuk ke kamarku. Dia melepaskan genggaman tanganku dan berjalan menelusuri isi yang ada di kamarku.
“ Kau masih menyimpan foto kita dulu?” Tanyanya tak percaya sambil mengambil pigura yang berisikan foto kami.
“ Bukan hanya itu saja tapi aku masih menyimpan pakaian couple yang aku beli dulu untuk kita.” Jelasku sambil memeluknya dari belakang.
“ Jeongmal?” Tanyanya tak percaya.
“ Nde.” Kataku sambil menciumi lehernya.
“ Yak, hentikan! Geli.” Katanya sambil menyimpan kembali pigura itu diatas meja.
“ Waeyo? Bukankah kau menikmatinya.” Godaku.

Next

“ MWO? Bukankah kau yang menikmatinya. Aku tak menyangka kau masih yadong seperti ini. Bahkan kau melakukannya tanpa menyatakan cintamu terlebih dahulu kepadaku.” Katanya.
“ Araseo. Bukankah aku tadi sudah menyatakan seluruh perasaanku bahkan didepan orang tuaku. Bagaimana dengan neo namjachingu?” Tanyaku.
“ Dia bukanlah nae namjachingu. Dia adalah nae chingu sewaktu di Jepang dan aku sudah menganggapnya sebagai nae oppa.” Jelasnya.
“ Lalu mengapa kau diam saja saat aku menganggapnya neo namjachingu?” Tanyaku tak terima.
“ Aku hanya tak ingin terlihat lemah didepanmu saja.” Jelasnya.
“ Araseo. Kajja! Kita tidur sekarang!” Ajakku sambil menggendongnya menuju ranjang.
“ Yak, lepaskan! Aku bisa jalan sendiri. Apakah neo omma membenciku?” Tanyanya dengan serius sementara aku membaringkannya di ranjangku.
“ Dia sebenarnya sangat penasaran dengan dirimu. Dulu aku pernah menceritakan tentang dirimu kepada omma sewaktu kita masih pacaran dan berjanji akan membawamu ke rumah. Tapi janji itu terpaksa harus aku ingkari karena hubungan kita yang sudah berakhir. Namun janji itu tak sepenuhnya aku ingkari karena pada akhirnya aku bisa membawamu kesini meskipun dalam situasi dan kondisi yang tidak tepat.” Jelasku.
“ Mianhae, karena aku telah memutuskan hal bodoh seperti itu.” Katanya dengan menyesal.
“ Seharusnya aku yang meminta maaf padamu. Karena aku telah menyakiti hatimu dengan menolakmu saat kau memintaku untuk kembali padamu. Padahal waktu itu aku masih mencintaimu. Hanya saja egoku yang sangat tinggi ini mengalahkan rasa cintaku padamu. Jeongmal mianhae.” Jelasku sambil memeluknya.
“ Nan gwenchana. Meskipun kau menolakku namun aku tahu bahwa kau masih mencintaiku. Matamu itu tidak bisa membohongiku, Myung Soo.” Katanya sambil memegang kedua mataku.
“ Sampai kapan kau akan berhenti menyentuh mataku ini?” Godaku.
“ Oops, sorry. Kalau begitu aku akan tidur sekarang, nde.” Katanya sambil melepaskan tangannya dari kedua mataku namun dengan segera aku memegang tangannya itu.
“ Tidak bisa semudah itu kau langsung tidur.” Kataku sambil menindih tubuhnya.
“ Waeyo? Apa yang akan kau lakukan?” Tanyanya dengan panik.
“ Aku akan menghukummu karena kau telah membohongiku mengenai kebenaran tentang In Guk.” Kataku.

Saat Ji Won akan menjawabnya, aku langsung mencium bibirnya dari semula hanya menempelkannya namun kini ciuman itu menjadi sangat panas. Dia membalasnya hingga aku  melepaskan ciuman itu karena mengetahui dia kehabisan nafas.
“ Kajja! Lebih baik kita tidur saja. Besok kita harus menghadiri konferensi pers.” Kataku sambil memeluknya sedangkan dia hanya tersenyum dan membalas pelukanku. Akhirnya kami pun tidur.
Tanpa terasa matahari telah terbit menyinari kedua insan yang masih terbalut dalam dekapan selimutnya. Tak biasanya aku bangun lebih awal seperti ini. Aku terus memandangnya saat tidur. Wajahnya terlihat damai ketika sedang tidur. Aku melihat dia menggeliatkan sedikit tubuhnya. Dia pun membuka kedua matanya dan melihat kearahku dan terkejut melihatku.
“ Tidurmu lelap sekali.” Kataku sambil mengelus wajahnya.
“ Sejak kapan kau sudah bangun?” Tanyanya.
“ Rahasia. Kajja! Kita mandi bersama.” Ajakku sambil menariknya kedalam pelukanku.
“ MWO? NEO MICHEOSSEO? SHIRREO.” Tolaknya dengan tegas.
“ Waeyo? Bukankah kita sudah saling melihat tubuh ini.” Godaku.
“ Shirreo, andwe. Pergi jauh kau dariku! Di pagi buta kau sudah yadong seperti ini.” Katanya dengan panik sambil melangkah mundur dan segera masuk kedalam kamar mandi lalu mengunci pintunya.
“ Apakah kau yakin tak ingin mandi bersamaku?” Teriakku dari luar pintu kamar mandi sambil tersenyum jahil.
“ 100 % yakin.” Teriaknya.
“ Yeoja babo. Di kamar ini ada dua kamar mandi. Jadi aku tak perlu menunggunya selesai mandi. Selamat mandi Ji Won sayang.” Gumamku sambil mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi yang satunya.
Ku lihat dia belum keluar dari kamar mandi. Aku pun mengambil ponselku dan mengirim message.

To: Woohyun, Jessica, Kyuhyun, Hong Ki, In Guk

Hari ini adalah ultah tahun Ji Won. Aku ingin kalian hadir nanti ke “Petite France” malam ini tepat jam 9 p.m. Aku ingin memberikan kejutan kepadanya. Luangkanlah waktu kalian untuknya. Jebal, beritahu chingu lainnya agar datang kesana. Gomawo.

Aku memasukkan ponselku kedalam celana. Ku lihat dia selesai mandi. Ketika dia keluar dari kamar mandi, dia terlihat terkejut saat melihatku.
“ Apakah kau sudah mandi?” Tanyanya dengan penasaran.
“ Nde.” Kataku sambil memakai jam tanganku.
“ Dimana kau mandi?” Tanyanya kembali.
“ Itu adalah pertanyaan konyol yang pernahku dengar dari mulutmu. Di kamar ini ada 2 kamar mandi. Jadi aku tak perlu menunggumu selesai mandi.” Jelasku.
“ Araseo. Apa kau masih mempunyai pakaian lain? Pakaianku sudah kotor.” Tanyanya.
“ Bukalah lemari disana! Kau boleh mengambil pakaian mana saja yang kau inginkan.” Kataku sambil menunjukan lemari yang ku maksud lalu dia berjalan kearah lemari itu.
“ Yak, apakah kau pernah membawa yeoja lain sebelumnya?” Tanyanya penuh selidik.
“ Menurutmu?” Godaku.
“ Aish jinja.” Kesalnya sambil mengambil sembarang pakaian dan masuk ke kamar mandi lagi sedangkan aku tersenyum melihat tingkah lakunya yang seperti itu.

Setelah selesai, kami menuju ruang makan. Saat makan suasana sangat hening hingga kami selesai makan. Dia pamit kepada orang tuaku. Appa meresponnya dengan senyuman. Namun berbeda dengan omma yang mengabaikannya bahkan meninggalkan kami. Aku memegang tangannya sambil menariknya agar bergegas masuk ke mobil agar tidak terlambat dalam konferensi pers. Setelah tiba di lokasi konferensi pers, kami memakai alat penyamaran. Kami tiba di ruang rias. Kami pun di rias. Waktupun telah tiba, kini kami berjalan dengan pelan menuju kursi konferensi pers dan duduk. Kilauan blitz menerangi wajah kami. Wartawan mulai berkumpul dan mempersiapkan beberapa pertanyaan yang akan mereka tanyakan. In Guk yang ditunjuk sebagai pembuka konferensi pers pun mulai berbicara dan mempersilahkan para wartawan mengajukan beberapa pertanyaan dengan tertib agar memudahkan aku dan Ji Won dalam menjawab pertanyaan tersebut.
“ Geure, saya menyatakan acara konferensi pers ini dibuka. Saya harap kepada para wartawan agar mengajukan pertanyaan dengan tertib demi kenyamanan selama konferensi pers berlangsung. Bagi para wartawan yang akan bertanya dipersilahkan!” Kata In Guk dengan tegasnya.
“ Apakah benar lagu yang berjudul Love is Feeling kalian yang menciptakannya?” Tanya salah satu wartawan itu.
“ Nde. Kami yang menciptakannya, saat kami mengikuti ujian sewaktu kuliah dulu. Kebetulan kami adalah rekan kelompok dalam ujian waktu itu.” Jelas Ji Won.
“ Apakah kalian sengaja menyanyikan lagu itu dalam acara reality We Got Married?” Tanya Wartawan itu.
“ Sebenarnya Ji Won tidak mengetahui bahwa dalam script itu kami akan menyanyikan lagu itu. Lagu yang terdapat dalam script adalah All For You. Namun karena saya tahu bahwa Ji Won belum lama tinggal di Korea, dia tidak hafal lagu tersebut. Jadi saya berinisiatif untuk mengganti lagu tersebut.” Jelasku.
“ Apakah kalian dengan sengaja mengikuti acara reality We Got Married itu?” Tanya Wartawan lainnya.

“ Tepat sekali. Itu adalah rencanaku sebagai awal untuk mendekatinya lagi.” Pikirku.

“ Aniyo. Kami bahkan tidak tahu sama sekali lawan main kami dalam acara tersebut.” Jelasnya.
“ Apakah kalian tinggal dalam apartemen yang sama? Kami kemarin sempat mengunjungi apartemen kalian tapi kalian sepertinya tidak ada.” Tanya Wartawan itu.
“ Aniyo. Kami tinggal di apartemen yang berbeda. Hanya saja apartemen kami berada pada gedung sama dan kami bertetangga.” Jelasnya.
“ Sepertinya dari pertanyaan yang kami ajukan, jawabannya benar semua. Lalu apakah kalian memiliki hubungan saat ini?” Tanya Wartawan lainnya.
“ Sebenarnya sewaktu kuliah kami sempat menjalin hubungan namun tidak lama kemudian kami putus.” Jelasnya.
“ Mengapa kalian bisa putus? Apakah benar bahwa paparazzi yang berinisial KY adalah Kim Yerim yang tak lain adalah yeoja yang menyukai L sewaktu kuliah dulu.” Tanya Wartawan itu.
“ Dulu kami hanya merasa kurang cocok satu sama lain. Jadi kami memilih untuk mengakhiri hubungan ini. Mengenai paparazzi yang berinisial KY, saya tidak tahu menahu soal itu. Jadi saya tidak bisa menjawabnya.” Jelasnya kembali.
“ Jika kalian benar-benar sudah tidak mempunyai hubungan apa-apa lagi. Apakah foto ini benar? Foto ketika kalian sedang berciuman setelah syuting acara reality We Got Married itu.” Tanya Wartawan lainnya.

“ Inilah saatnya untuk mengatakan kebenarannya kepada mereka. Agar scandal ini berakhir. Ku pikir ada 2 resiko saat ini. Jika aku memberitahukan kepada public ada dua kemungkinan mereka akan menyerang kami atau menerima kami sebagai pasangan.” Pikirku.

“ Sebenarnya hubungan kami tidak berakhir seperti yang dikatakan oleh Ji Won. Kebenaran mengenai foto tersebut adalah benar. Kami berciuman setelah syuting.” Jelasku sedangkan ku lihat Ji Won refleks melihat kearahku sedangkan wartawan lainnya mulai ribut mendengar jawaban dariku.
“ Setelah kalian mengungkapkan semua ini, apa yang akan kalian lakukan selanjutnya? Apakah kalian tidak khawatir dengan para fans atau antifans kalian?” Tanya Wartawan itu.
“ Kami akan memulai kembali hubungan ini kedalam arah yang lebih serius lagi karena aku tidak ingin kehilangannya untuk kedua kalinya.” Jelasku sedangkan ku lihat dia membelalakan matanya setelah mendengar jawaban dariku.
“ Apakah maksud anda, kalian akan menikah?” Tanya Wartawan itu kepadaku.
“ Mengapa tidak? Jika pihak agency mengijinkan maka kami akan menikah dengan segera. Bagi para fans dan antifans kami mohon restui hubungan kami ini.” Jelasku sambil mengedipkan salah satu matanya sedangkan para wartawan dibuat tertawa olehku.
“ Apakah masih ada pertanyaan lagi?” Tanya In Guk.
“ Sepertinya sudah cukup dan jawaban dari mereka sangat memuaskan bagi kami.” Kata salah satu wartawan.
“ Geure, jika sudah tidak ada pertanyaan lagi maka acara konferensi pers ini saya tutup. Sekian dan kamsahamnida.” Kata In Guk sambil membungkukan sebagian kepalanya lalu pergi meninggalkan lokasi sedangkan Ji Won dan aku mengikutinya dari belakang.

Setelah acara konferensi pers selesai dan para wartawan sudah bubar, kami dipanggil oleh manager masing-masing untuk menjelaskan insiden konferesi pers yang jawabannya tidak seperti yang mereka harapkan.
“ L , bisakah kau jelaskan! Mengapa kau berbicara seperti itu saat konferensi pers?” Tanya Managerku.
“ Hyung, semua yang aku bicarakan tadi adalah sebuah kebenaran. Aku akan bertanggung jawab atas insiden ini.” Jelasku.
“ Bagaimana caranya kau akan bertanggung jawab? Sedangkan isi kontrak melarangmu untuk menikah.” Tanya Managerku.
“ Tenanglah, hyung! Aku tidak mempermasalahkan soal pernikahan. Yang menjadi masalah adalah apakah pihak agency mengijinkan kami untuk berpacaran?” Tanyaku to the point.
“ Geure, mungkin kau tidak melanggar isi kontrak ini. Untuk masalah pacaran, kita lihat dulu bagaimana respon dari para fans kalian dulu.” Kata Managerku.
“ Hyung, lihatlah! Para fans mereka menyetujui hubungan mereka bahkan menyetujui agar mereka segara menikah.” Kata Manager Kim sambil menunjukan isi SNS kepada Managerku.
“ Ternyata kalian beruntung sekali banyak pihak yang mendukung hubungan kalian berdua. Geure, jika begini jadinya kalian boleh berpacaran asal kalian tidak melanggar kontrak yang melarang kalian untuk menikah. Jika kalian ingin menikah tunggulah sampai masa kontrak ini habis.” Jelas Managerku  sedangkan Ji Won dan aku tersenyum satu sama lain.
“ Kalian boleh keluar sekarang!” Kata Manager Kim lalu kami pun keluar dari ruangan itu.
“ Kajja, kita pergi!” Ajakku.
“ Oedigga?” Tanyanya.
“ Rahasia. Kau akan mengetahuinya nanti.” Kataku.
“ Tapi ini sudah malam, L . Lebih baik kita istrirahat saja setelah konferensi pers tadi.” Tolaknya.
“ Tidak ada penolakan. Kajja!” Ajakku sambil menarik tangannya.

Kami masuk kedalam mobil. Selama perjalanan dia memperhatikan wajahku dengan wajah yang bertanya-tanya namun aku mengabaikannya. Kini kami telah tiba di “ Petite France”. Dia yang tak mengerti hanya mengikutiku hingga mereka berada di tengah-tengah “ Petite France”.
“ Pejamkan matamu sebentar!” Titahku.
“ Waeyo? Mengapa aku harus melakukannya? Kau tidak akan melakukan hal yadong di tempat seperti ini bukan?” Curiganya.





TBC

Tidak ada komentar: